Saya mengakui bahwa saya dan Marsita masa itu memang sedang menikmati masa menjadi mahasiswa yang menulis, turun lapangan, ikut lomba, dan menjadi penggiat literasi. Marsita bahkan pernah bilang, ia sengaja lama jadi mahasiswa agar ia bisa ikut lomba menulis untuk mahasiswa.
Saya merenung tentang momen tadi. Apa pada masa itu kami sedang senang-senangnya menjadi mahasiswa lama karena kami menemukan passion kami di bidang ini? Kami menemukan jati diri kami di dunia kepenulisan. Walau akhirnya kami cepat ambil keputusan untuk selesai dari strata 1.
Setelah saya selesai S-1, saya melanjutkan S-2. Saya bertemu dengan Pak Darto, beliau bertanya lagi bagaimana kabar, karya, dan pendidikan. Lalu beliau berpesan, “Bagus, kalau bisa S-3, sebab pendidikan itu adalah kebutuhan”.
Beliau tak bertanya, mengapa saya ambil jurusan ini dan tak itu. Beliau tak menjatuhkan saya, seperti yang pernah saya dapatkan dari orang yang berpikir, saya salah jurusan.
Saya menatap tikar yang dibentang. Tahun ini tahun ke-9 Club Menulis. Kami menutup akhir tahun dengan launching buku. Budaya peluncuran ini masih menjadi menu wajib bagi Club Menulis. Membahagiakan lagi, kawan-kawan yang aktif di Club Menulis hari ini sudah ada yang siap sidang skripsi. Keseluruhan sudah proposal. Semester 7.
