Mereka melangkah lebih jauh dan cepat. Mereka menulis lebih banyak. Ikut penelitian, artikel jurnal terbit, menjadi peserta PIONIR dan BUAF, menjadi mitra di bidang observasi, mereka menang lomba, mereka berhasil ikut KKN Kebangsaan dari Kementerian Agama di Badau, Perbatasan Kalbar. Hal lebih penting mereka bisa membuat orang lain ikut berkarya. Mereka saling memvirusi, saling menguatkan, dan saling membantu.
Mereka; Tuti Alawiyah, Mita Hairani, Novie Angraeni, Khatijah, dan Saripaini-menyebut diri mereka Bidadari Literasi, telah duduk di kursi seminar proposal dan melanjutkan tulisan dari penelitian mereka Di Badau untuk Skripsi. Mereka bergerak lebih cepat, saya membandingkan diri, mungkin karena passion mereka telah mereka dapatkan sejak semester I. Mereka telah tahu cara menata euforia bekarya, dan tak takut lapangan kerja.
Dr. Hermansyah membentuk Club Menulis tahun 2010 lalu, berkeinginan bahwa Klub Akademik menjadi penunjang bagi kompetensi mahasiswa. Saat selesai dari masa pendidikan, mahasiswa-alumni memiliki skill yang tak sekadar kompetensi ijazah.
Saat renunangan ini, Pak Herman sedang menuju lantai 5. Ruangan yang kami pilih untuk acara launching. Kami rindu dengan nasihat-nasihat beliau, seperti nasihat Pak Darto yang tak pernah menjatuhkan. Nasihat yang membesarkan. Membuat kami bersemangat.
Terima kasih untuk mereka yang mendampingi Club Menulis IAIN Pontianak.
