Community

Mengkalang, Oh… Anak Mengkalang

Mengkalang, Oh… Anak Mengkalang

Dari Ambawang, menyeberang sungai hingga sampai di areal sawit PT. Sintang Raya. PT. Sintang Raya sebelum ini cukup dikenal, terutama karena ada liputan tentang PT itu beberapa waktu lalu.

Kami melintasi jalan perusahaan itu, melewati areal pabrik, hingga sisi ujung, dan akhirnya…sampailah di Mengkalang Jambu, setelah itu Mengkalang.

Jalan yang dilalui, secara umum sesuai cerita. Lubang, pasir dan debu.

Apalagi jika musim hujan, minta ampunlah pokoknya. Becek dan licin. Teman Nyonya yang bertugas di Mengkalang sejak November 2018, sudah berkali-kali jatuh saat pulang pergi Pontianak – Mengkalang. Kesiannn.

Tiba di desa ini, saya lihat jalan kampungnya sudah bersemen, lebarnya antara 1 meter lebih. Listrik, lebih sering hanya malam. Sinyal, datang hilang, ikut macam listrik.

Saya lihat anak-anak SMPN 8, semangatnya luar biasa. Mereka ramah, agak ribut, tapi pemalu dan sopan. Mengesankan. Seperti diduga, mereka seperti tipologi orang-orang yang tinggal di lingkungan tertutup: ramah dan menarik.

Hebatnya, mereka memiliki cita-cita besar dan tinggi. Ada yang ingin jadi penulis, dokter, tentara, guru, chef, dan lain-lain.

Cita-cita ini menyentuh perasaan saya. “Oh… anak Mengkalang”.

Pertanyaan kecil muncul, dengan kondisi “terpencil dan terbatas” seperti ini apakah cita-cita hebat itu bisa terwujud? Bisakah mereka bersaing dengan anak-anak dari dunia lain?