“Kok bisa orang panjat pinang tak ada ranting-rantingnya bunda? ”
“Kok pohon pinangnya tak ada daunnya sih bunda? ”
Anak-anak bergantian bertanya. Mengungkapkan keheranannya soal panjat pinang yang belum pernah disaksikannya sebelumnya. Mungkin dalam bayangan mereka selama ini, panjat pinang adalah benar-benar memanjat pohon pinang hidup. Seperti pohon pinang yang ada di depan rumah tetangga.
Lebih dari keheranan yang muncul dari anak-anak saya, si emak sebenarnya ikut larut dalam suka cita. Menginggat masa dulu ikut balap karung, masukkan paku dalam botol, masukkan benanag dalam jarum, lari estafet buah pinang. (*)
Baca Juga:BANG KAMBING GA PAKE “K”
