Tapi mungkin ini skenario yang sedang Allah siapkan untukku. Setelah tidak lagi di WWF, sekarang aku bisa berjarak dengan begitu banyak kisah dan momen yang sangat mewarnai hidupku. Dalam suasana dan nuansa yang lebih netral. Catatan yang tak tuntas sebelumnya, satu per satu coba kurangkai ulang. Ibarat menyusun kepingan puzzle. Perlu kesabaran dan juga kesadaran tinggi agar episode-episode penting tidak ada yang terlewatkan.
Belasan tahun interaksiku sangat dekat dengan hutan Kalimantan. Hutan yang menghasilkan oksigen. Hutan yang menabung air hujan dan mengalirkannya ke sungai dan danau. Hutan yang juga menjadi ‘rumah’ bagi keanekaragaman hayati di dalamnya, sumber pangan dan obat-obatan utama bagi masyarakat.
Baru berapa persen saja dari kekayaan keanekaragaman hayati ini yang dikenali dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Kalimantan dan warga dunia lainnya. Selebihnya masih menjadi misteri, karena belum diketahui dan dipelajari khasiat dan manfaatnya. Pastinya sudah banyak juga yang sudah tertanam di benak masyarakat adat dan lokal Kalimantan dari generasi ke generasi, tapi belum banyak yang tercatat, sehingga bisa menjadi pengetahuan lebih banyak orang lagi di luar Kalimantan.
