Community

Mesjid Pemuda Sulthan Annashira

Mesjid Pemuda Sulthan Annashira
Mesjid Pemuda Sulthan Annashira 2

Semula lahan gambut dipenuhi perdu. Kini zikir dengan lafadz dan makhraj huruf yang melelehkan air mata kekhusukan. Ini ikon wisata religi baru yang kita miliki. Oase di tengah gersangnya kehidupan luar yang terik, panas, mematikan. Kita sejuk dengan wudhu. Pandangan mata lembut. Tegur sapa mulia. Tolong menolong. Tempat kebaikan bersemi dan memberikan kita cermin. Bahwa hidup ini mau cari apa? Lahir diazankan. Mati dishalatkan.

Dalam setahun ini, Ustadz Berri Elmakki dkk bermodalkan mimpi, niat dan tekat. Dalam bimbingan Yayi Munzalan Mubarakan KH Lukmanul Hakim, pelan pelan rupiah minus jadi telus. Jadi bonus. Jadi mulus. Fulus mengalir terus ibarat 1 biji tumbuh 100. Wallahu yudhaifu limay yasyaa’. Tuhan lipat gandakan tanpa batas.

Baca Juga:Buah Nipah

Dulu Berri Elmakki mencari lahan kosong pusat Kota khaTULIStiwa, tiada ada rupanya. Dapatlah wakaf di pinggiran kota Pontianak, Kubu Raya. Tetapi tak kalah dengan Mesjid Raya Mujahidin, Sulthan Annashira sudah jadi pusat studi banding dari Jawa. Kampoeng English Gersik pun mampir kemari. Sajadah Fajar pun main kemari.
Dahsyat. Dahsyat jika pemuda berwakaf. Mewakafkan jiwa raga bagi ummat.