Community

Perjalanan Menuju Badau, Kapuas Hulu

Perjalanan Menuju Badau, Kapuas Hulu

Kami melewati Bukit Penai, menyeberang Sungai Kapuas di Silat menggunakan tongkang yang didorong oleh motor air yang kujenal sebagai klotok.

Aku tak sempat bertanya sebab mataku tidak mau berkompromi untuk melek sebentar. Alhasil aku tersadar ketika kami sudah berada di seberang.

Jalan yang kami lewati berdebu. Jika berada di belakang kendaraan lain, atau berpapasan dengan trukk sawit, debu-debu itu naik.

Hingga pukul setengah 1 di Desa Entipan. Jalan beraspal.
Alhamdulillah. Kukira kami terbebas dari segala debu ternyata hanya sebentar kami melintas di jalan yang mulus. Setelah itu, kami melintas di jalan yang rusak lagi. Perut pun dikocok-kocok lagi hingga ke Desa Kekurak dan di Desa Badau 1 jam lebih kemudian barulah perasaan nyaman dan perut tenang dari goncangan.

Kami di tempat tujuan disambut hangat oleh Pak dan Bu Kades. Disediakan ruko tempat kami menginap hingga 40 hari ke depan.

Tak terasa 19 jam dari kota khatulistiwa untuk ke jantung Borneo. (*)