Community

Prof Yetrie Ludang–Wanita Dayak, Guru Besar Teknologi Hasil Hutan–Khusus Pinang Merah

Prof Yetrie Ludang–Wanita Dayak, Guru Besar Teknologi Hasil Hutan–Khusus Pinang Merah

Kegiatan lain, selain mengajar di Jurusan kehutanan juga di Jurusan Arsitektur Fak. Teknik Universitas Palangka Raya, membimbing mahasiswa S-2 PSAL, membimbing mahasiswa S-3 Teknik Lingkungan ITS Surabaya, pembicara lokal / nasional pada kegiatan pelatihan, magang, lokakarya, seminar berhubungan dengan keilmuan maupun non keilmuan.

Untuk meningkatkan kemampuan di bidang penulisan ilmiah, sejak tahun 2007 setiap tahun karyanya diterbitkan di jurnal berskala internasional yang mendapat pengakuan. Selain itu, sejak tahun 2011 setiap dua tahun sekali menerbitkan buku berskala internasional. Saah satu bukunya yang dikenal luas adalah KERAGAMAN HAYATI RUANG TERBUKA HIJAU BERBASIS PENGETAHUAN ULAYAT DI KOTA PALANGKA RAYA (Biodiversity of Green Space Area Based on Indigenous Knowledge in Palangka Raya City), 2017.

Kegiatan lain adalah sebagai peneliti. Temuan yang cukup unik tahun 2013. Dari 12 tumbuhan yang diuji Pinang Merah ternyata memiliki nilai daya serap CO2 tinggi yang mampu mengatasi emisi CO2 untuk mengatasi mitigasi perubahan lingkungan.
Seperti diketahui, pinang perah merupakan tumbuhan yang dilindungi dan sakral bagi masyarakat Dayak, khususnya Kalteng. Dari sisi ulayat, mengandung mitos di samping keindahannya memiliki warna merah serta keunggulan lainnya, sangat cocok ditanam untuk RTH kota Palangka Raya maupun Kabupaten yang ada di Kalteng.