Mendedikasikan diri di dunia akademik, tidak membuat Yetrie berada di menara gading. Sebaliknya, Tridarma Perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat memicunya memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat. Ilmu yang diperolehnya, coba didalami dan diapllikasi Yetrie melalui penelitian. Kemudian, temuan itu diabdikan dan disumbangkannya pada masyarakat.
Setelah Tridarma itu mencapai poin cukup, Senat Universitas pun melapangkan jalan baginya meraih jabatan tertinggi di dunia akademik. Pada 2007, jabatan akademik tertinggi, Profesor bidang Klimatologi dan Manajemen Industri diraihnya.
Ia mencatatkan diri sebagai profesor termuda dari tiga profesor wanita yang ada di Universitas Palangka Raya sekarang ini. Pun patut berbangga, data di Dikti tahun 2007 pada saat berusia 45 tahun merupakan Profesor wanita termuda untuk seluruh perguruan tinggi Indonesia. Dan yang tidak kalah langkanya, saat pengukuhan Profesor dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2007, tepat pada tanggal dan bulan kelahirannya, sesuatu yang tak terduga, dan momen seperti ini mungkin tidak pernah dirasakan oleh rekan-rekan terdahulu maupun sekarang saat pengukuhan profesornya.
Pinang Merah ternyata memiliki nilai daya serap CO2 tinggi yang mampu mengatasi emisi CO2 untuk mengatasi mitigasi perubahan lingkungan.
