Tapi, wis, sebenarnya jauh sebelum ini para pengurus memang sudah menceritakan banyak hal. Tidak mudah mereka mengambil keputusan. Dan saya tahu mereka menangis bukan menunjukkan diri lemah. Mereka adalah orang-orang yang kuat. Sudah kaya asam garam kehidupan.
Club Menulis, bagi saya, memang garansi mengenai ketangguhan (terutama dalam berkarya). Mereka yang tumbuh dan berkembang serta “lulus” dalam proses di situ memiliki semangat dan kemampuan yang luar biasa. Gerenti punya, kata orang Malaysia.
Baca Juga:DONGENG MEMBAHANA DI DESA LINGGA
Tetapi, kini, “benda” yang bisa menjadi garansi itu sudah tiada. Dikuburkan dengan tangis kesedihan pengurusnya.
Selamat tinggal (*)
