Selain kami berdua, trip ini juga membawa Bang Tsafiuddin, Pak Supriyanto (akan menulis panduan di bidang pertanian dan perkebunan), Bu Widadi Padmasari (panduan di bidang perikanan), Pak Rakhmad Perkasa (peternakan), Pak Candra (penataan ruang), dan Pak Kasdi Tri Aryada (pembangunan sosial).
Pak Soewartono akan membantu penyusunan panduan di bidang manajemen hutan dan konservasi keanekaragaman hayati), dan aku sendiri akan membantu menyusun road map, memastikan semua sektor berjalan lancar, saling memperkuat, dan mendukung satu sama lain.
“Mengingat kawasan Agropolitan yang sangat luas mencakup 7 kecamatan di sebelah selatan Kapuas Hulu, saya merekomendasikan penerapan skenario pembangunan rendah karbon dalam rencana aksi ekonomi hijau kita fokuskan di Kecamatan Hulu Gurung dan Kecamatan Pengkadan,” jelas Bang Tsafiuddin selaku konsultan yang menyusun Rencana Tata Ruang dan Rencana Aksi Ekonomi Hijau di KSK Agropolitan.
Seharusnya kami naik pesawat Wings Air. Tiket sudah di tangan, keterangan hasil rapid test yang menyatakan kami nonreaktif sebagai persyaratan layak terbang di era pandemi covid-19 ini juga sudah didapat. Mendadak, Minggu malam (16/8) jam 21.09 WIB, Tere mendapat notifikasi dari Wings Air. Isinya, Yth. Penumpang WINGS AIR RUTE PONTIANAK-PUTUSSIBAU TGL 17 AUG 2020 IW1468 JAM JAM 12.15 DIALIHKAN KE TGL 18 AUG JAM 12.15. Info hub 021-63798000. Terima kasih.
Singkat, informatif, tapi sayang tanpa ada sedikit pun pernyataan minta maaf dari pihak maskapai. Hebat kan? Hehe… penumpang tidak diposisikan sebagai raja oleh Wings Air.
