Saya meneliti karakternya yang “masekkang” bin garang, namun penuh welas asih dan kasih sayang. Dia aktif kasih perumahan yang bagus buat staf dan “anggota”. Saya lihat betapa sayang “ABK” dengan Sang Komadan. Bukan hanya bawahan, tapi juga atasan. Di hari Ultahnya saat itu, 2010, Kapolri dan petinggi “ujug ujug” datang bertandang ke kediamannya di Multifungsi. Itu tanda dia maghnet yang kuat. Suaranya didengar sampai ke RI-1 saat itu dijabat SBY.
Banyak kisah atas lika liku perjalanan hidup sang insan bhayangkara saya kasih judul “Cahaya”. Suluh. Penerang. Nur. Cahaya Bhayangkara. Karena cahayanya inspiratif bagi lembaga yang sejak dulu hingga kini tak pernah surut dan sepi dari sorotan tajam, bak silet, atau sajam. Di mana hal itu tidak bisa diam, atau aman bin 86.
Saya klik internet untuk melacak jejak tokoh nasional yang kini berulangtahun. Ternyata banyak cuplikan dari buku yang ditayang ulang oleh berbagai kanal berita. Alhamdulillah ada suluh yang terus di-87-kan kepada publik. Semoga publik dapat dilindungi dan diayomi institusi Polri. Ambon Tegal atawa Aman Terkendali kita harapkan.
Saya bersyukur kisah hidup Puang masih relevan. Inspiratif. Bahkan menghibur.
“Tabarakallah Mi. Tabarakallah Puang. Salamak ulan tahung kik” ❤️
