Namun disisi lain, Trump justru disebut-sebut meminta bantuan dari Xi Jinping demi kemenangan Pilpres tahun ini. Tudingan tersebut dilontarkan oleh mantan penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, dalam buku barunya yang akan rilis pekan depan berjudul ‘The Room Where It Happend’, padahal selama ini diketahui AS dan China masih terus berseteru dengan perang tarif perdagangan. Akan tetapi, Bolton menyampaikan bahwa sikap berbeda ditujukan Trump ketika bertemu dengan Xi dan berbicara soal perdagangan. Trump malah disebut mengusulkan bahwa AS tidak akan mengenakan peningkatan tarif terhadap China. Bolton menyebutkan bahwa Trump ingin menjadikan China sebagai isu utama dalam pemilunya agar terlihat sebagai calon presiden yang tegas dalam menghadapi China ketimbang Biden.
Mengetahui hal tersebut, Joe Biden selaku lawan dari Trump menyebutkan Presiden Xi Jinping adalah seorang preman yang tidak memiliki tulang demokratis. Mantan duta besar AS, Max Baucus mengatakan bahwa jika Biden menang, ia akan berurusan dengan cara yang jauh lebih tradisional dan telak dalam menghadapi China. “ Anda akan melihat seorang presiden yang akan terlibat dalam diplomasi yang tenang tapi menghanyutkan,” imbuhnya.
Baucus juga mengatakan bahwa Joe Bisen akan bekerja sama dengan sekutu AS di Barat serta negara-negara lain seperti Korea Selatan dan Australia.
