in

Semakin Memanas Joe Biden VS Donald Trump, Siapa yang menang?

real account

Oleh : Nandarie Rahma

Pertarungan antara Joe Biden VS Donald Trump semakin memanas, mulai dari selisih angka di Georgia, Dukungan Asia untuk Trump, hingga berbagai Hoax bertebaran. Lantas siapakah yang akan menjadi pemenangnya ?

Diketahui Negara bagian Georgia menjadi rebutan dari kedua belah pihak. Kini selisih dari Biden dan Trump hanya 665 suara. Data terbaru Fox News, per Jumat (6/11) waktu AS, menunjukkan Trump dan Biden masih sama-sama memperoleh 49,4 persen suara di Georgia. Secara real-time, perolehan suara Trump mencapai 2.448.183 suara dan Biden mencapai 2.447.518 suara. Dengan perolehan itu, keduanya berarti memiliki selisih tipis sebesar 665 suara saja.

Selain karena tipisnya perselisihan angka di Georgia, berita dukungan dari warga Asia untuk Donald Teump turut menambah suasana persaingan terasa semakin memanas. Beberapa wilayah di kawasan Asia seperti Hong Kong, Taiwan, Vietnam, dan Jepang kompak mendukung Donald Trump untuk kembali menjadi Presiden Amerika. Mereka menganggap AS dibawah kepemimpinan Trump membuat China tak berkutik, salah satunya diperairan Laut China Selatan yang disengketakan banyak pihak.

Baca Juga:  Tembawang, CU dan Wakaf Solusi Terbaik Umat Sejagat

Namun disisi lain, Trump justru disebut-sebut meminta bantuan dari Xi Jinping demi kemenangan Pilpres tahun ini. Tudingan tersebut dilontarkan oleh mantan penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton, dalam buku barunya yang akan rilis pekan depan berjudul ‘The Room Where It Happend’, padahal selama ini diketahui AS dan China masih terus berseteru dengan perang tarif perdagangan. Akan tetapi, Bolton menyampaikan bahwa sikap berbeda ditujukan Trump ketika bertemu dengan Xi dan berbicara soal perdagangan. Trump malah disebut mengusulkan bahwa AS tidak akan mengenakan peningkatan tarif terhadap China. Bolton menyebutkan bahwa Trump ingin menjadikan China sebagai isu utama dalam pemilunya agar terlihat sebagai calon presiden yang tegas dalam menghadapi China ketimbang Biden.

Mengetahui hal tersebut, Joe Biden selaku lawan dari Trump menyebutkan Presiden Xi Jinping adalah seorang preman yang tidak memiliki tulang demokratis. Mantan duta besar AS, Max Baucus mengatakan bahwa jika Biden menang, ia akan berurusan dengan cara yang jauh lebih tradisional dan telak dalam menghadapi China. “ Anda akan melihat seorang presiden yang akan terlibat dalam diplomasi yang tenang tapi menghanyutkan,” imbuhnya.
Baucus juga mengatakan bahwa Joe Bisen akan bekerja sama dengan sekutu AS di Barat serta negara-negara lain seperti Korea Selatan dan Australia.

Baca Juga:  DMI: Masjid Saling Bersinergi

Dari persaingan pelik antara Joe Biden dan Donald Trump ini tidak heran jika kabar-kabar tidak benar mulai bertebaran, memanasnya perselisihan mereka berdua membuat berbagai berita hoax bermunculan seperti klaim palsu tentang ditemukan atau hilangnya surat suara yang ramai di facebook dan twitter, desas-desus tentang perhitungan suara yang melonjak, hingga kebohongan tentang spidol yang membatalkan suara. Hingga saat ini proses perhitungan suara masih terus berlanjut dan belum diketahui kapan berakhir. Perselisihan angka yang terus berubah-ubah tentunya membuat kedua belah pihak menjadi tegang dan was-was terlebih atmosfer perselisihan yang begitu panas sudah sangat terasa. Lantas kita hanya dapat menunggu siapakah yang akan menjadi pemenangnya, dilihat dari beberapa tanda-tanda yang sudah mulai bermunculan.

Written by teraju.id

al-bahjah batam

Al-Bahjah Batam: Ingin Tanam Duren, yang Tumbuh Pesantren

donasi millenial

JUTAWAN MILLENIAL DOMINASI LELANG AMAL…