Community

Setompok, Sungai Sengkuang, dan Keseriusan Mahasiswa Kampung Riset Menulis

Setompok, Sungai Sengkuang, dan Keseriusan Mahasiswa Kampung Riset Menulis

Sore ini, bukan hanya membawa bola. Kami juga melihat orang tua yang berboyong membawa anak mereka yang mungkin usianya sekitar 2 tahun mandi di sana. Sungai Sekayam yang dangkal menjadi tempat anak belajar berenang.
“Ada yang bercerita tadi, kalau mau pandai berenang memang harus mandi di sungai dulu”, kata seorang mahasiswa.

“Kamek sudah mempraktikannya, turun temurun, kalau mau pandai berenang makan udang mentah dari sungai itu”, mahasiswa dari Ketapang bercerita.

“Iya, kalau di tempat saya harus dicampakan di sungai” mahasiswa lain menyambung.

“Kalau di kampung aku, itu harus dipukul dengan daun yang mirip dengan serai”. Mahasiswa satunya tak kalah bercerita.

Sore belum selesai, mahasiswa duduk melingkar membicarakan apa yang mereka amati. Buku dan pulpen di tangan, ada juga yang sudah menghadap laptop. Saat malam, meja persegi dipindahkan di ruang tengah. Laptop pun mulai diletakan, mulai menulis. Hari pertama yang serius. Artikel dan Buku harus menjadi keluaran dari program ini. (*)