Dalam teori yang dipaparkan Adam Smith, bapak ekonomi-politik, menuliskan bahwa “Bukan karena kebaikan hati tukang daging, tukang minuman, atau tukang roti kita bisa mendapatkan makan malam kita, melainkan karena memikirkan kepentingan-diri meraka sendiri-sendiri” Bagi Katrine Marçal, sungguh ironis bahwa pernyataan tersebut keluar dari Adam Smith yang hampir sepanjang hayat hidup bersama ibunya, dirawat dan disiapkan makan oleh kebaikan hati ibunya.
Melalui buku ini Marçal menggambarkan secara jelas posisi perempuan dalam dunia ekonomi yang dikuasai oleh patriarki. Seperti dalam kutipan dibukunya “Saat melegitimasi patriarki, orang hampir selalu kembali merujuk kepada tubuh. Menjadi manusia berarti menundukkan tubuh pada intelek dan perempuan dianggap tidak mampu melakukan ini sehingga ia juga mestinya tidak punya hak asasi manusia, demikian masyarakat beranggapan. Perempuan menjadi “tubuh” agar lelaki menjadi “jiwa”. Perempuan terikat lebih kuat pada realitas jasmani agar laki-laki dapat terbebas darinya”
