Ekspektasi kita, semakin Kota ini menjadi “minipolitan”, sikap mental masyarakatnya juga berkembang secara simultan menjadi lebih terbuka, ramah, dan kosmopolitan. Karena selain infrastruktur fisik, infrastruktur budaya juga merupakan komponen yang menentukan perkembangan sebuah masyarakat. Insfrastruktur budaya adalah sikap mental dan gaya hidup masyarakat yang lebih terbuka akan perubahan, toleran dengan perbedaan, kompetitif dalam prestasi, meningkat tanggung jawab publik, dan lebih humanis dan ramah.
Infrastruktur budaya ini harus di dorong secara simultan, di samping peningkatan infrastruktur fisik material. Kedua infrastruktur ini harus seimbang, agar proses pembangunan dapat berumur panjang dan berkelanjutan. Sebagus apapun fasilitas yang dibangun pemerintah untuk “kepuasan” publik, jika tidak didukung oleh sikap mental masyarakat, maka tidak akan banyak manfaatnya. Usia kemanfaatan fasilitas akan berumur singkat.
Oleh karenanya menjadi penting memperhatikan juga pembangunan infrastruktur budaya masyarakat Kota Pontianak. Infrastruktur budaya ini ternyata dapat dikembangkan melalui budaya ngopi. Penulis melihat pola relasi sosial yang terbangun di Warung Kopi atau kafe turut berkontribusi terhadap pembentukan sikap mental masyarakat.
