Community

TANAH BORNEO UNTUK MASA DEPAN INDONESIA

TANAH BORNEO UNTUK MASA DEPAN INDONESIA

Kedua tulisan itu telak menjawab seluruh argumentasi Prof Dr Anhar Gonggong yang keliru menilai Sultan Hamid II Sang Penyatu Bangsa melalui jasanya di ajang Konferensi Meja Bundar (KMB) setelah tokoh-tokoh nasional lainnya mengalami kebuntuan dalam memperjuangkan kedaulatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Jika tidak diakui kedaulatan Indonesia Merdeka 17/8/1945 entah apa jadinya Indonesia, bisa jadi berperang terus dengan mengorbankan lebih banyak harta benda maupun jiwa.

Baca Juga: Media Online teraju.id Pertimbangkan Agama Akal TV Dilaporkan ke Polda karena Menjiplak Karya Rekaman Tanpa Izin

Kedua tulisan itu membersihkan nama Sultan Hamid II Sang Ketua BFO dan Menteri Negara Zonder Porto Folio sehingga tidak ada alasan lagi bahwa Sultan Hamid II disebut pengkhianat negara. Sebutan penghkhianat negara tidak lebih daripada ekses berlebihan dari euforia ideologis antara ide tata negara bersifat unitaris atau federalis. Sesuatu yang sama-sama nasionalis berbangsa dan bernegara atas nama Indonesia.