Persoalan hutan memang tidak ada habisnya. Ancamannya semakin berat. Tidak heran apabila luas hutan bukan bertambah, malah semakin menyusut tajam setiap tahunnya. Pemerintah memang sudah berusaha maksimal untuk mempertahankan hutan yang masih tersisa. Namun, upaya yang ada dinilai masih belum maksimal. Tetap saja aksi pembabatan hutan marak terjadi.
Hutan rusak, sumber air pasti rusak. Rusaklah air sebagai sumber kehidupan.
“Tebang pilih tanam jalur atau yang sekarang dikenal dengan silviklultur Intensif, yaitu peningkatan produktivitas hutan melalui manipulasi silvikultur. Ini sudah forestry 4.0 konsep pemuliaan pohon sudah jauh melangkah.”
“4.0 adalah konsep pemuliaan: manusie sudah memandang tanaman agar dimuliekan, bukan diabaikan. Kalo pon tebang tapi pilih yang sesuai up nye. Kemudian tanam kembali bagian berdasarkan jalurnye.” Kate pak prof yang juga terpilih kembali sebagai ketua Masjid Al Hikmah.
Bertemu dengan Prof. Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, MSc. QAM. di Masjid Al Hikmah Jl. Dr. Wahidin
“Kata kuncinye jalur, agar kite ketemu pada jalur yang benar. Track nye tak lari kemane-mane.” “Pemuliaan pon berhasil dilaksanakan.”
“Kalo sudah mulia, itulah Rahmatan lil’alamin.”
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
“Mari kite tebar kebaikan.
“Profesor hanya gelar. Tapi didepan sana gelar tak di pandang. Karena itu padang mahsyar.”
