Community

TEMAN SEKAMAR, TEMAN SEPERAHU

TEMAN SEKAMAR, TEMAN SEPERAHU

Karena sama-sama aktif di organisasi mahasiswa pencinta alam (mapala) kampus masing-masing — ia di Mapala UNISI, sementara aku di Mapala UMY –, kami sering berdiskusi kondisi alam, budaya, dan masyarakat Kalimantan Barat. Dulu kami sekamar. Kini, kami seperahu.

Perahu kayu dengan kapasitas 8-10 orang berkekuatan 40 HP (horse power/tenaga kuda) siap membawa kami berangkat dari Putussibau, ibukota Kabupaten Kapuas Hulu. Semua tas pribadi dan logistik ditumpuk jadi satu di bagian tengah perahu. Dibungkus terpal agar tidak basah.

Maklum, kami akan melewati beberapa riam. Gulungan riak air yang cukup besar sering masuk ke dalam perahu. Boom… ada sensasi luar biasa ketika melewati riam-riam ini. Adrenalin meningkat. Apalagi jika air sungai masuk ke perahu, membasahi tubuh.

Tapi ini tak lama, karena matahari yang terik bersinar dengan cepat mengeringkan badan. Beberapa jam di dalam perahu, di alam terbuka, pakaian basah dan kering di badan. Sungguh perjalanan lapangan yang mengasyikkan. Badanku yang sudah dibalut rompi penyelamat, menyandar ke sisi kiri perahu. Mencari posisi nyaman, rebah beberapa saat. Mata sudah mulai sayup mengantuk, dibelai angin semilir.