in

Tujuan Itu Butuh Tempat

WhatsApp Image 2020 07 07 at 19.59.50


Oleh: Dwi Gusti Wulandari*

Menulis, adalah sebuah kebutuhan bagi mereka di setiap tempatnya saat ini berada. Baik dalam akademik, pekerjaan, hingga hobi sekalipun. Menurut saya, ada hal yang penting dalam dunia kepenulisan. Jelas saja, pengaruhnya dalam segala aspek kehidupan mampu berada di puncak eksistensinya dalam setiap masa.

Menulis memiliki berbagai macam bentuk berdasarkan keinginan penulisnya. Salah satunya adalah menulis sebuah buku. Saya yakin sebagian orang pasti memiliki mimpi untuk dapat menghasilkan sebuah buku. Dikarenakan hal ini akan memberikan nilai kepuasan dan kebanggaan tersendiri setelah rampung dalam penulisannya. Seperti yang saya rasakan sebagai penulis pemula ini.

Saya katakan, apapun yang kamu inginkan saat ini memang memerlukan sebuah dukungan. Baik dari lingkungan hingga sosial sekalipun. Keinginanmu yang bulat itu akan menjadi obsesi yang memaksamu untuk mengaktualisasikannya.

Ya begitulah saya dalam pengalaman setelah usai menulis buku autobiografi ini. Saya sudah lama memiliki keinginan untuk dapat menulis sebuah buku. Bahkan jauh-jauh waktu sekalipun sudah saya rencanakan buku apa yang akan saya tulis, judulnya, sampul bukunya, dan hal-hal yang bersangkutan lainnya. Sayangnya, saya selalu kalah dengan tidak adanya dukungan secara langsung kepada saya. Sehingga cukup saya abaikan keinginan tersebut, walau sesekali sedikit menghantui saya untuk “Ayo Lan, buat buku.”

Baca Juga:  Bangun Masjid Para Mualaf

Alhamdulillahirabbil Alaamiin, akhirnya saya memiliki tempat untuk bertemu kesempatan. Saya sangat bersyukur terdapat agenda wajib yang diadakan oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Institut Agama Islam Negeri Pontianak (IAIN), yaitu ‘Rumah Literasi’. Ini benar-benar menjadi wadah sebagai pelaksana niat dan tujuan saya.

Akhirnya dalam tuntutan waktu selama semester ini di tahun 2020, saya harus fokus menulis sebuah buku seperti yang diarahkan oleh salah satu pembimbing Rumah Literasi, Bapak Yusriadi. Beliau memberikan pilihan untuk menulis sebuah buku dengan tema autobiografi atau biografi. Dan akhirnya saya memilih autobiografi.
Buku ini menjadi karya terbesar pertama yang pernah saya tulis. Selama ini hobi menulis dalam merangkai kata-kata puisi maupun sajak selalu saya simpan di dalam sebuah pajangan status media sosial dan blog pribadi saya. Hingga akhirnya buku ini adalah bukti cetak yang diterbitkan oleh STAIN Pontianak PRESS.

Banyak hal yang dapat mengungkapkan segala isi hati dalam keinginan, hanya saja terkadang butuh motivasi dan kesadaran agar mampu bersabar dalam proses mendapatkannya. Demikianlah usahamu tidak akan menghianati hasil. Apapun itu yang akan terjadi ke depan, jangan lupa untuk selalu melibatkan ALLAH SWT, agar keikhlasan mampu didapatkan oleh kita atas segala yang diberi dan diterima.
Sekali lagi ucapan terima kasih kepada segala dukungan kepada saya, sehingga pada akhirnya buku ini menjadi tujuan saya dalam mencari tempat untuk berkarya dan melatih diri dalam dunia kepenulisan.

Baca Juga:  Seharian Bersama Abroorza A.Yusra

Salam hangat dari hamba ini, Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (*Penulis adalah Peserta Rumah Literasi FUAD, IAIN Pontianak)

Written by teraju.id

WhatsApp Image 2020 07 07 at 04.02.40

Inilah Buku yang Ditunjukkan Prof Anhar, Opini atau Fakta? tentang Sultan Hamid Terlibat APRA

WhatsApp Image 2020 07 07 at 20.42.57

Fakta di Balik Buku “Jomblo Nomaden”