Dosen saya pernah berkata, “Jika ujian kalian anggap ujian, maka akan terasa seperti ujian, tapi kalau dianggap tidak seperti ujian, maka tidak terasa seperti ujian”. Maknanya, jangan menganggap sesuatu itu sulit, karena pasti akan menyulitkan. Sebaliknya, anggaplah sesuatu itu mudah, maka akan terasa sangat mudah, tetapi bukan berarti meremehkannya.
Prediksi saya mengenai suasana ujian rupanya tak tepat. Saya memprediksikan suasananya akan tegang. Rupanya tidak. Ujian terasa seperti biasa, tak ada ketegangan. Meskipun juga akan tegang, menunggu hasil dari ujian ini. Mengapa saya memprediksikan demikian. Karena, jumlah kehadiran, Mid, dan tugas saya baru 56, artinya saya harus mendapatkan nilai minimal 15 agar mendapatkan nilai “B”. Dan maksimalnya saya harus mendapatkan nilai 25 agar jumlahnya 81, dan mendapatkan nilai “A”.
Terlepas dari itu, nilai bukanlah hal yang terpenting. Dosen saya pernah berkata, “Jika kalian mendapatkan nilai “A”, apa isi dari “A” tersebut?”. Artinya tidak peduli berapa pun nilai yang didapat, asalkan nilai tersebut dapat dipertanggungjawabkan, serta bermanfaat bagi diri pribadi, lebih-lebih bermanfaat bagi orang lain. Sebaliknya, percuma mendapatkan nilai yang sempurna, tetapi dari hasil yang tak baik, dan tak bisa dipertanggung jawabkan.
