“Tetapi, wala pun rimbun dan menjulang tinggi, pohon-pohon itu tidak banyak yang tumbang sekalipun ada angin besar, seperti gyang rejadi kemarin sore itu. Kenapa?”
“Akarnya menumjam jauh ke dalam, menyusup sela-sela tumpukkan batu”
“Unggul, bisa jadi lima tahun perjalananmu ini akan menjadi dasar yang kokoh bagi kehidupanmu kemudian. Kau belum kalah, Nak!”
“Kau bisa berkaca dari sejarah pekarangan ini.”
Unggul terdiam. Ia sama sekali tidak menyangka, pagi ini akan mendapat kuliah bapaknya, si penambang pasir hulu sungai di kaki gunung Merapi.
‘Pantas, bapak tidak pernah merespon semua keluhan saya selama ini’ Gumannya dalam hati. ‘Terima kasih banyak, Pak’
Pakem Tegal, 26-9-2020
Leo Sutrisno
Kisah ini digubah sambil mendengarkan “Javanese relaxation music with gamelan” https://www.youtube.com/channel/UCHMdHrzUvUW0Zu1sVZ9n2gg
