Community

Walidya dan Biografi Perempuan Dayak yang Kuliah di Luar Negeri

Walidya dan Biografi Perempuan Dayak yang Kuliah di Luar Negeri

Penulis berusaha untuk mengumpulkan segala data yang bisa dihimpun. Pertama, penulis mengumpulkan pengalamannya bersama Ms. Brigit sebagai murid dan guru. Kedua, penulis berusaha untuk menceritakan ulang berbagai pengalaman yang pernah dibagikan oleh Ms. Brigit. Ketiga, penulis mengumpulkan informasi dari media sosial Ms. Brigit. Terakhir, penulis melakukan wawancara berkali-kali untuk melengkapi bahan tulisan.

Saya rasa dengan menampilkan sosok perempuan berprestasi didampingi semangat menutut ilmu, buku ini dapat memberikan motivasi bagi pembaca. Di sisi lain semangat dan kerja keras untuk mengumpulkan data patut diapresiasi. Bukan hal yang mudah untuk menjaga semangat dan konsisten menulis dalam situasi Covid-19 di mana sistem pembelajar berlangsung secara online. Tapi sejumlah mahasiswa FUAD mampu menunjukkan eksistensi melalui karya dalam
program Rumah Literasi FUAD IAIN Pontianak.

Selamat kepada Walidya Hisani atas buku pertamanya. Tentu kami berharap karya ini akan segera disusul oleh karya-karya berikutnya. Terakhir, saya berterima kasih kepada Dr. Ismail Ruslan, Dr. Yusriadi karena telah memberikan ruang bagi saya untuk menjadi pembimbing dalam program Rumah Literasi FUAD. (*)