Yayasan Sultan Hamid II berinisiatif untuk mengkolaborasikan ini semua dengan sebaik-baiknya. Apalagi, Yudi Chaniago, salah satu personil dan penggubah lagu-lagu populer Arwana juga telah menciptakan lagu masterpiece-nya berjudul: “Elang Khatulistiwa (The Eagle of Equator)”. Lagu ini menceritakan tentang Sultan Hamid II, Lambang Negara Garuda Pancasila yang telah dirancangnya, beserta peran perjuangannya. Kemudian, testimoni para tokoh di Pontianak-Kalimantan Barat maupun musisi-musisi nasional juga akan turut serta.

Tentu, kegiatan yang telah dan akan dirancang selama satu bulan ke depan, menggunakan sistem online dan offline. Online menggunakan virtual meeting (webinar), sedangkan offline terbatas pada protokol Covid-19 dengan Physical Distancing, dan lainnya. Alhamdulillah kami bersyukur respon Bapak Walikota begitu baik, terhadap kolaborasi yang direncanakan akan berlangsung ke depan ini.
Di sisi lain, kami juga menguraikan beberapa hal terkait perkembangan perjuangan mengembalikan nama baik Sultan Hamid II. Menempatkan namanya dengan sepatutnya, sebagai Pahlawan Bangsa. Dan tetap mengajukan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional. Kemudian tak kalah penting, beberapa gagasan-gagasan terkait wisata sejarah di Kota Pontianak menjadi pembicaraan kami. Seperti urgensi diadakannya Museum Lambang Negara Garuda Pancasila rancangan Sultan Hamid II, Tugu Garuda Pancasila, dan membangun kembali replika Tugu Pembantaian Jepang di Pontianak yang dahulu sempat diresmikan oleh Sultan Hamid II.
