Para mahasiswa saya sudah biasa memakai konsep “Car Sharing” seperti ini jika diundang ke suatu tempat misalnya dan waktu mereka tidak banyak. Mereka biasanya memakai mobilnya tidak sendirian, melainkan bersama teman-temannya yang lain.
“Car Sharing” memang lebih murah jika perginya bersama teman-teman lainnya. Bisa bagi-bagi ongkos. Jauh lebih murah daripada harga taksi, apalagi jika perlu sampai 3 jam (saat parkur tak dihitung).
Saya tidak tahu, apakah di kota-kota lebih kecil di Jerman ini ada juga jasa “Car Sharing” ini. Mungkin tidak perlu karena di kota-kota kecil tak ada kemacetan dan kebutuhan orang-orang untuk jasa “Car Sharing” tidak terlalu besar.
Di Jerman sebenarnya jasa kendaraan umumnya sudah sangat bagus. Tak memiliki mobil pribadi pun baik-baik saja. Jika perlu angkut-angkut mebel misalnya, bisa menyewa mobil untuk pindahan. Atau jika membeli barang besar sekarang ini bisa lewat jasa online (daring) dan langsung diantar sampai pintu rumah.
Jangan coba-coba membawa kabur mobil “Car Sharing”! Ke mana pun Anda pergi dengan mobil curian Anda di Jerman ini atau pun di negara-negara Schengen, maka Anda pasti tertangkap dalam kurun paling lama satu jam!!! Jaringan interpol di Eropa ini hebat!!!
Hamburg, Agustus 2020 –
