Sebagaimana orang pernah berkata, bahwa nama adalah do’a. Untuk mengingat nama keempat dusun tersebut, aku mengatakan kepada bapak beri saja nama EMPAT SEKAWAN JAYA. Agar mudah diingat dan menarik di dengar orang lain, kataku.
Empat melambangkan empat dusun, sekawan melambangkan mereka (keempat dusun itu) saling bekerja sama, saling bergantung, dan saling berkorelasi untuk membangun desa, sedangkan jaya melambangkan kata akhiran masing-masing dusun serta tujuan akhir dari dusun tersebut.
Perjalanan kami mengabdi desa Kuala Mandor belum berakhir di titik kepulangan kami ke Pontianak, namun itu adalah langkah awal pengabdian kami yang sebenar-benarnya.
Sebuah pengalaman luar biasa bagi saya dan teman-teman dari kelompok 14 Pekan Bakti Mahasiswa IAIN Pontianak tahun 2020 untuk dapat kembali ke Desa Kuala Mandor B, untuk berbakti, mengabdi, dan membangun desa mandiri. JAYANYA DESA KUALA MANDOR B, UNTUK JAYANYA INDONESIA!
