Edukasi

Merevitalisasi Peran Komite Sekolah untuk Meningkatkan “Mutu Pendidikan”

Merevitalisasi Peran Komite Sekolah untuk Meningkatkan “Mutu Pendidikan”
Dr Aria Djalil (kedua dari kiri) saat berkunjung ke Unimas, Sarawak, Malaysia.

1.  Tingkat kehadiran tinggi;
2. Drop-out rendah;
3. Hasil tes dan ujian tinggi;
4. Angka melanjutkan tinggi; dan
5. Etos kerja dan daya serap lapangan kerja tinggi.

B. Pemicu Sekolah Bermutu

Adalah Hattie (2003), salah satu pakar yang mencoba mengungkapkan faktor-faktor yang menentukan kinerja akademik dan non akademik siswa. Menurutnya ada tiga faktor utama yang berkontribusi terhadap tinggi rendahnya mutu sekolah:

1. Latar belakang siswa dan dukungan orang tua, berkontribusi = 50%
2. Pembelajaran di sekolah/kelas, berkontribusi = 30%
3. Lingkungan sekolah dan teman sepermainan, berkontribusi = 20%

Apa yang terjadi di rumah dan seberapa besar dan relevan keterlibatan orang tua, merupakan faktor penentu yang paling dominan terhadap kinerja akademik dan non-akademik putra(i)nya di sekolah. Bahkan merupakan penentu masa depan mereka.

“Orang tua adalah orang pertama dalam kehidupan anak. Orangtua adalah guru pertama yang mempunyai pengaruh besar terhadap kinerja anak. Apa yang orang tua lakukan untuk membantu anak-anaknya belajar dengan sukses bahkan jauh lebih penting daripada seluruh harta yang dimiliki keluarga itu” (W.J. Bennet, 1986).

Keterkaitan antara tiga faktor tersebut dapat diilustraskan seperti ini.

Untitled-1
C. Ragi Untuk Mengembangkan Sekolah Yang Bermutu