
Terdapat fasilitas lainnya yang terdapat di gedung kubah ini, kursi malas. Kursi yang sudah berusia lebih dari setengah abad ini, berfungsi untuk tempat istirahat peneliti. Bayangkan bila kursi itu tidak ada? Peneliti tentu akan merasa kelelahan karena waktu penelitian bisa memakan waktu hingga lebih dari 3 jam dimulai dari tengah malam hingga subuh hampir mejelang.
Teleskop ini digunakan untuk berbagai penelitian astonomi seperti pengamatan astrometri, untuk mengetahui posisi benda langit secara akurat untuk diteliti. Teleskop ini juga digunakan untuk pengamatan gerak diri bintang dalam gugus bintang, pengukuran jarak bintang, pengamatan komet dan planet-planet lain hingga pengamatan spektrum bintang-bintang secara kontinu dengan menggunakan BCS (Bosscha Compact Spectograph)
Ilmu lain yang bisa di dapatkan tidak hanya dari fungsi dan kecanggihan Teleskop Zeiss saja, masih banyak teleskop – teleskop dan gedung lain yang bisa dikunjungi. Pengunjung juga mendapatkan sebuah fakta bahwa, bintang – bintang memiliki siklus hidup – mati begitu pula dengan bintang yang ada di galaksi bimasakti, Matahari. Bintang di jagat raya terlahir di nebula, tumbuh besar di galaksi dan akan berakhir menjadi supernova yang menciptakan lubang hitam atau bintang neutron.
