Edukasi

Obsevatorium Bosscha : Pengingat Cerita Lawas dan Masa Depan

Obsevatorium Bosscha : Pengingat Cerita Lawas dan Masa Depan
Tampak depan Gedung Kubah
Tampak depan Gedung Kubah

Sepenggal sejarah dari Perang Dunia II juga sempat memberi dampak pada pengoperasian Bosscha Sterrenwacht (Obsevatorium Bosscha), yang dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundig Vereeniging (NISV). Pada masa Perang Dunia II Obsevatorium ini sempat vakum, barulah selepas masa perang, Obsevatorium ini kembali di operasikan dan dilakukan perbaikan. Hingga pada 1951, NISV menyerahkan Obsevatorium ini ke pihak pemerintahan Indonesia. Kemudian, pada 1959 Obsevatorium Bosscha menjadi tempat lembaga penelitian untuk astronomi di Indonesia, yang di naungi oleh ITB (Institut Teknologi Bandung) dan menjadikan ITB satu-satunya yang memiliki jurusan astronimi di Asia Tenggara!

Ada dua cara untuk bisa masuk ke Obsevatorium ini yaitu, kita bisa memesan tiket dari jauh hari di web resmi bosscha.itb.ac.id atau bisa pula datang dan membeli langsung di lokasi. Namun, bila anda membawa rombongan besar seperti study tour sekolah atau kampus sebaiknya memesan terlebih dahulu. Hal tersebut dikarenakan untuk masuk menjelajahi kawasan Obsevatorium ini terbagi menjadi 3 sesi dalam sehari, dengan batasan 180 pengunjung per-sesinya.