Anak itu kembali mendekati si bapak, menyodorkan tangannya yang kosong, “Evan.” Dia memperkenalkan diri.
Dengan cepat, lelaki itu menyambut tangan kecil itu, “Abraham.” Ucapnya. “Atau kalau Nak Evan lebih menyukai huruf I dari pada A. Nak Evan bisa memanggilku Ibrahim.”
Evan tersenyum, “Baiklah, Pak Aibrahaim. Evan main dulu ya. Jangan nangis lagi.” Evan berlari ke arah ayunan di taman itu.
Baca Juga:Narasi Semester Akhir
Aibrahaim? Pak Abraham kemudian tersenyum mendengar nama baru pemberian Evan. Evan tidak bisa memutuskan lebih menyukai huruf A atau I. Karena itu, dia menggabungkan dengan cara mendekatkan keduanya.
