Berbagai kisah dan perjuangannya pernah ia sampaikan kepadaku, sebuah pantai dengan ombak ganas di selatan Malang menjadi saksinya. Di bawah terik matahari jam 12 siang, ia bercerita panjang tentang usahanya untuk bisa sampai ke Indonesia, kegelisahannya sebelum mantap tuk terbang ke Indonesia, harapannya, ekspektasinya, curahan hati tentang babak kehidupannya di Indonesia. Masih teringat tatapannya yang penuh arti dengan mata berkaca-kaca memandang deburan ombak, aku tersentuh dengan kisahnya. Bila aku jadi ia, mungkin aku tak sampai ke Indonesia. Badmood, kesal, lelah, menurutku wajar untuk tiap individu. Beberapa sikap bandel juga wajar, namanya juga masih remaja. aku pernah di posisi dia juga.
Untuk tipikal anak yang introvert, bercerita sepanjang siang kala itu cukup baik menurutku. Sanne sempat ke Malang bersua denganku yang menimba ilmu di Universitas Brawijaya.

Foto ini sangat menyentuh hatiku. Remind me when the first time i should go for split up with my bunda and ayah. Sikap manjanya ke ayah dan bundaku persis seperti aku dan Elsa, adikku yang kini studi di SMAN 7 Pontianak.
