Kultur

Kelapak Pirang, dalam Budaya Belenggang

Kelapak Pirang, dalam Budaya Belenggang

Kelapa dan air bunga akan digunakan untuk mandi. Sebelum mandi, ada prosesi urutan untuk calon ibu. Mengurut perut untuk melembutkan urat-urat dan mengetahui posisi janin. Selesainya, calon Ibu dan Ayah dimandikan dengan air bunga. Lalu, kelapa yang ditandai tadi akan dibelah oleh calon ayah. Jika belahan tersebut tepat pada tanda garis yang dibuat, maka itu pertanda calon bayi berkelamin laki-laki, jika meleset ya perempuan.

Saat proses membelah dilakukan, hasilnya ternyata meleset, “Ha, Bini'”, kata mertua dalam bahasa Ngabang. Artinya “Ha, perempuan”. (lanjut)