Langit di atas Kapuas

Sepeda Bang Noh

Sepeda Bang Noh

Di atas, Pak Usu mengikat keladi sayur. “Pak Usu, sampan dah kamek balekkan yeh. Terimak kaseh…”

Beliau menoleh, “Iyelah Kandar…Tali dah tambat kuat-kuatkeh?” Aku jawab, “Udaaaaa…”

Aku berlari mengejar matahari sore. Aku harus mandi. Harus siap qomat. Harus gelar tikar. Harus menjadi bagian dari keluarga kecil yang setiap malam penuh ritual, penuh cinta, dan pelajaran hidup yang tak pernah usang.

Aku anak Sungai Raye Dalam. Aku adik Bang Noh. Aku murid dari rumah kecil penuh rahasia dan rotan. Tapi dari rumah itulah aku belajar jadi manusia.