Kata Johan, sejak 1949, Koninginnedag dirayakan setiap 30 April, memperingati hari ulang tahun Ratu Juliana. Ratu Beatrix, pengganti Juliana, sengaja tidak mengubah tanggal perayaan untuk menghormati ibunya. Lagi pula, ulang tahun Beatrix jatuh pada 31 Januari. “Terlalu dingin untuk berpesta”, kata Johan.
“Kala Beatrix digantikan Willem Alexander, putranya, maka Koninginnedag berganti menjadi Koningsdag atau hari Raja”, ujar Johan. Dan saya membayangkan, saat Koninginnedag ataupun Koningsdag, Amsterdam pasti terlalu penuh. Dan orang tidak bisa banyak bergerak di tengah kepadatan dengan kemeriahannya. Pasti pula, tak sedikit yang mabuk dalam kemeriahan itu.
Saya dan istri, bersama Steven dan Johan serta Audrey dan Claude malam itu kami nongkrong di Annie’s Place, sebuah kafe tidak jauh dari kanal di pusat kota. Saya katakan kepada sajabat-sahabat baik kami itu, “Alles komt goed”. Semua akan baik-baik saja, “Amsterdam Ik vind je leuk … Amsterdam, aku suka kamu” (*)
