Apa yang bisa kita pelajari dari terbakar/dibakarnya Istana Rakyat di sejumlah daerah di Tanah Air?
Wakil rakyat tidak menerima kedatangan mereka? Kenapa tak disambut? Takutkah? Kenapa takut? Ada salahkah? Kenapa salah? Ada yang kelirukah saat pemilu? Suara dibelikah? Sehingga yang duduk adalah mereka yang tak punya integritas. Orang yang berintegritas tak akan takut menerima kedatangan tetamu. Sebab awak datang kami sambot. Keci’ telapak tangan nyiru’ kame’ tadahkan. Dan tamu yang baik selalu datang nampak muka pulang nampak punggung. Tak akan mereka menusuk apalagi membakar kecuali penyusup. Penyusup ini wajib ditangkap. Dialah provokator…
Teori fisika sosial: jika katup terbuka, maka tekanan sekeras apapun akan ada salurannya. Namun jika katup tertutup, tekanan pada titik tertentu pasti akan memecahkan tabung. Meledak. Inilah yang terjadi kini…
Solusi: Wakil rakyat atau wakil pemerintah mesti instrospeksi diri. Apakah sudah melayani rakyat dengan jurdil?
Kalau kantor polisi jadi sasaran juga instrospeksi diri. Apakah selama ini sudah jurdil? Bukan backing pihak tertentu? Backing judi? Backing mafia?
Mari introspeksi…
Kalau pajak dikejar-kejar terus, sementara lapangan kerja sempit, dimana pemerintah tak bisa melebarkan peluang sempit itu yang terjadi adalah penjarahan…
