Kami melewati bangunan itu dan menyusuri jalan beraspal. Ujung jalan itu membelah antara bangunan pasar, bagian belakang.
Rupanya tembus ke jalan raya arah Pemangkat – Sambas. Di seberang jalan ada kios menjual makanan.
Kami singgah di sana, dan kebetulan penjualnya seorang perempuan paroh baya mengenal bangunan itu.
“Itu bioskop,” katanya.
Bioskop itu namanya Bioskop Kartini. Dia pernah menonton film di sana, sejak tahun-tahun 1980-an, sejak tinggal di Pemangkat. Bioskop itu masih beroperasi hingga akhir 90-an.
Bioskop itu kini tinggal bangunan tua. Bangun, yang pintu, jendela, atap, dan semuanya rusak. Yang masih difungsikan, halamannya yang luas.
Katanya, tempat itu jadi tempat kegiatan.
“Biase, tempat pameran,” katanya dengan bahasa Sambas.
