Opini

Darurat Pembelajaran dalam Jaringan di Perguruan Tinggi

Darurat Pembelajaran dalam Jaringan di Perguruan Tinggi

Mengingat berbagai masalah seperti ini, kiranya kita tidak perlu berharap terlalu tinggi akan efektivitas pembelajaran dalam jaringan. Apalagi, pembelajaran dalam jaringan yang diselenggaraan saat ini merupakan tindak darurat untuk membantu menangkal penyebaran virus corona.

Berikut sejumlah hasil meta-analysis tentang efektivitas pembelajaran dalam jaringan di perguruan tinggi di berbagai negara dalam situasi normal.

Barbara Means, Yukie Toyama,; Robert Murphy, Marianne Bakia, dan Karla Jones, (2009), memeta-analysis 51 penelitian tentang efektivitas pembelajaran dalam jaringan yang dilaksanakan pada tahun 1996-2008. Ditemukan, bahwa hasil belajar mahasiwa lebih baik ketimbang yang kawan mereka yang mengikuti pembelajaran tatap muka.

Helen Richmond, Bethan Copsey, Amanda M. Hall, David Davies, dan Sarah E. Lamb, (2017), menelaah 884 laporan penelitian program pembelajaran dalam jaringan khususnya di bidang kesehatan. Dibandingkan dengan ‘workshop’ hasil pembelajaran dalam jaringan tidak berbeda secara signifikan (0.12). Demikian juga dalam perolehan pengetahuan (0.04). Tetapi besar efek pada ketrampilan justru lebih rendah (-0.15). Demikian juga, pembelajaran teori, jika dibandingkan dengan kuliah tatap muka, hasil pembelajaran dalam jaringan lebih rendah (-0.08).