Di bebatuan sekitar sumber ini, aku sering menghabiskan senja sambil menunggu matahari tenggelam. Airnya sangat bening, jernih.
Berkaca dari air yang bening, jernih, ini, aku dapat memasuki rasa hening. Alam sungguh bermurah hati padaku, serta pada semua kehidupan di sini. Bersama seluruh makhluk ciptaan-Nya, aku tinggal di sebuah ‘rumah’. Di kepulauan terluar dan terpencil ini, ternyata aku tidak sendirian. Aku punya keluarga besar.
Di ‘rumah’ ini, aku dapat merasakan sulur-sulur kasih-Nya, Ia Yang Mahakuasa sekaligus Yang Mahakasih, Ia Yang Mahatinggi, tetapi juga sangat dekat sekali, bahkan selalu memelukku.
Akhirnya, aku merasa bahwa hidup ini adalah sebuah penjiarahan bersama untuk memuliakan-Nya. Hanya dalam penyertaan-Nya, kita para musyafir dapat selalu mengayunkan langkah menuju ke suatu titik pengharapan, Titik Pusat Gravitasi Jagad Raya.
Pakem Tegal, Yogya. 25-4-2020
