Opini

Gusar dan Tipu-tipu

Gusar dan Tipu-tipu

Oleh: Yusriadi

Saya bertemu dengan seorang aparatur sipil negara (ASN) senior, kemarin. Secara tak sengaja berpapasan. Saya say hallo, dan kami terperangkap percakapan panjang tentang diri dan republik ini. Beliau berkisah berapa kebijakan baru telah amat menyusahkan hatinya. Katanya, kawan- kawan lain juga susah.

Dia juga gusar pada kebijakan dan perkembangan bangsa ini.

“Tak masuk akal saya, kesalahan administrasi kecil membuat pejabat masuk penjara. Padahal selama ini orang itu sudah berbuat banyak untuk bangsa ini. Macam kebaikan tak ada makna, tak ada nilai,” katanya.
Dia diam. Sekian lama.

“Sedih saya,” kali ini saya dengar ada isakan kecil.

Ah… Saya juga ikut terbawa suasana. Rasanya, apa yang dikatakannya benar. Bukan saja contoh dari beliau, saya sendiri juga dapat menyebut contohnya. Di kampus saya sejumlah orang terkait kasus.

Kalau dipikir, beliau benar: Jasa orang tidak lagi dikenang. Sumbangsih belasan tahun, seperti pupus dalam sekejap. Sering kebaikan orang yang banyak, dihapus oleh satu hal kecil.

Saya jadi ingat kritik sosial orang Melayu, “Jangan karena nila setitik, rusak susu sebelanga”.