Opini

Ide Kegiatan Jurnalistik dari Pesantren Nurul Hasanah, Pinyuh

Ide Kegiatan Jurnalistik dari Pesantren Nurul Hasanah, Pinyuh

Dari 40 itu, semuanya memiliki cita-cita. Sebagian besar ingin jadi guru. Selebihnya, ingin jadi tentara, polisi, dokter, designer, fotografer, pengusaha, dan pemain bola.

Untuk mewujudkan cita-cita itu seseorang perlu belajar. Dan, keperluan itu akan menjadi kartu bagi para guru untuk meningkatkan semangat belajar siswa.

“Inilah kesempatan bagi guru untuk mendorong anak-anak,” kata saya.

Kepada guru saya katakan bahwa kami siap membantu sesuai kemampuan.

Seorang guru sempat bertanya soal biaya. Saya yakinkan biayanya murah dan tidak ada hambatan. Pertama, ada tim yang menjadi penggerak. Ada guru pembina dan siswa yang dibina. Kedua, ada pendampingan bagi tim itu. Ketiga, ada dinding yang bisa ditempel karya-karya tulis para pelajar.

“Sepanjang kepala sekolah membolehkan, tempel saja di dinding. Tak perlu beli tripleks,”

Saya optimis rencana itu bisa terwujud jika memang ada kemauan. Saya juga optimis hasil dan manfaatnya akan besar dan luar biasa.

Anak-anak bangga dan bersemangat dalam bersekolah. Sekolah juga bisa memanfaatkan karya itu untuk akreditasi. (*)