Oleh : Syafaruddin Daeng Usman
Innalillahi Waina Ilaihirajiun … Itulah kalimat utama yang terucap ketika membaca pesan singkat di telepon genggamku. Pesan ini dikirim Bapak Ir H Edi Rusdi Kamtono MM MT Walikota Pontianak kepadaku. Dan inilah kabar duka yang kuterima di pagi Senin, 2 Maret kemarin. Kabar duka ini segera memenuhi ruang batinku tertuju pada orang baik yang dikabarkan telah tiada lagi hayatnya di dunia fana ini.
Pak Try, akrab aku menyapa Beliau. Terkadang juga kupanggil Ayah Try. Tentu bukanlah asing bila menyebut nama ini. Sosok figur yang santun, sederhana dan tentu sekali amat bersahaja. Meski pernah menjadi orang kedua memimpin negara ini di masa orde yang sudah berlalu, Pak Try tetaplah Pak Try yang sebelumnya itu. Adalah Pqk Try yang selalu ikhlas, tulus dan tak pernah jauh dari mengingat Tuhannya.
Almarhum wafat di usia 90 tahun. Bapak dan Guru Bangsa yang bersahaja ini, wafat dalam keadaan tenang dan penuh ketulusan untuk berpulang ke rahmatullah. Lelaki kelahiran Surabaya 15 Nopember 90 tahun silam ini, menerima suratan takdir, di hari baik pada bulan yang baik pula, memenuhi kodrat dan iradat Sang Maha Pencipta untuk pulang ke negeri keabadian dengan lapang dan tenang.
