Aku mulai mengenal dekat beliau sedari tahun 2000. Saat itu Almarhum sebagai salah seorang anggota Dewan Kehormatan Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Republik Indonesia. Aku ketika itu hadir dalam acara Musyawarah Besar Nasional lembaga yang dibentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia itu sebagai anggota dan bahkan anggota termuda.
Disebabkan sebagai anggota termuda di antara para sesepuh bangsa dan para eksponen Pejuang Angkatan 45 itu, Almarhum Pak Try tertuju padaku. Apalagi untuk beberapa kali kesempatan rqpat paripurna dalam acara itu, aku memimpin persidangan mendampingi anggota tertua.
Sedari Nopember 2000 hingga akhir hayat Beliau, hubungan kami sangat baik. Tak
Ubahnya orangtua dengan anaknya. Dan itu kurasakan sekali. Sampai juga di tahun 2014, Pqk Try berkunjung ke Pontianak dan berkenan mampir ke rumah kami. Tak kurang dua jam sambil makan siang, Beliau dan rombongan, antara lain Jenderal TNI Purnawirawan Dr H Ramli Hasan Basri yang lusapa akrab dengan sapaan Ayah RHB, bercengkerama dengan penuh canda tawa.
Sebuah kenangan tak terlupakan, pada malam kunjungan Beliau itu, kami pada malamnya menikmati buah durian di Pontianak. Ternyata Beliau penyuka durian, bahkan siangnya di meja Beliau sempat bercanda menanyakan “tempoyak” sajian pendamping lauk olahan dari buah durian. Dan lidah Beliau tak asing dengan masakan ala Melayu.
