Opini

Kalimantan Barat dan Muhammadiyah Ideologis Refleksi Milad ke 113 Muhammadiyah

Kalimantan Barat dan Muhammadiyah Ideologis Refleksi Milad ke 113 Muhammadiyah

Setelah melalui seratus tahun pertama, Muhammadiyah telah menjadi organisasi yang besar dari sudut kuantitas anggota, simpatisan, maupun amal usahanya, pada tahap inilah kemudian Muhammadiyah terjangkit stigma organisasi besar. Menurut Prof.Syafiq A.Mughni (ketua PP Muhammadiyah) Motivasi orang masuk Muhammadiyah menjadi bervariasi mungkin karena cocok dengan gaya manajemennya semangat egalitarianisnya atau karena pertimbangan pragmatis. Banyak kepentingan pragmatis yang mendorong orang masuk Muhammadiyah misalnya terkatrolnya kelas sosial, orang merasa kelas sosialnya naik karena bergabung dengan Muhammadiyah, juga interes politik ketika orang merasa mendapatkan konstituen dalam Muhammadiyah atau jabatan dalam amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang mungkin menjanjikan sesuatu yang bersifat material.

Dalam konteks Kalimantan Barat jika merujuk pada dokumen resmi organisasi dalam hal ini keputusan keputusan PP/PB Muhammadiyah dapat kita temukan jejak dokumen sejarah yang menyatakan bahwa, berdirinya muhammadiyah di Kalbar dimulai dari pengesahan berdirinya pimpinan cabang Muhammadiyah Sambas pada tahun 1939, namun demikian bila ditinjau dari aspek ideologis kehadiran Muhammadiyah di Kalbar, berkaitan erat dengan kedatangan ustadz Abdul Manaf Siasa pada tahun 1926, bagi persyarikatan Muhammadiyah, sosok ustadz Abdul Manaf Siasa atau biasa dipanggil dengan panggilan Guru Manaf, merupakan tokoh ulama asal Sumatera Barat yang memperkenalkan Muhammadiyah secara ideologis di Pontianak khusunya dan Kalimantan Barat pada umumnya.

Baca Juga:Ada Hikmahnya