Opini

Kalimantan Barat dan Muhammadiyah Ideologis Refleksi Milad ke 113 Muhammadiyah

Kalimantan Barat dan Muhammadiyah Ideologis Refleksi Milad ke 113 Muhammadiyah

Pada perkembangan selanjutnya kiprah ustadz Abdul Manaf Siasa, bersama haji Arief bin haji Ismail, hartawan sekaligus dermawan kampung Bangka Pontianak, yang dikenal sebagai “orang kaya” yang kemudian mewakafkan sebagian hartanya untuk didirikan perguruan Islamiyah di kampong bangka, jika haji Arief bin haji Ismail adalah penyandang dana sekaligus wakif, maka ustad Manaf diberikan tugas oleh wakif untuk menjadi guru sekaligus ikut mengelola perguruan Islamiyah. Alhamdulillah saat ini perguruan Islamiyah yang berdiri tahun 1926 itu tetap eksis dalam berkiprah memberikan layanan dalam bidang pendidikan maupun keagamaan yang kemaslahatan kiprah-nya telah melintasi zaman.

Perjumpaan ustadz Abdul Manaf Siasa dengan hartawan H.Arief bin H.Ismail kampung Bangka Pontianak, pada masa masa berikutnya telah menghantarkan eksistensi muhammadiyah kalbar baik secara ideologis maupun organisatoris.

Di Kalimantan Barat meskipun perkembangan Muhammadiyah yang berdiri sejak tahun 1939 belum seperti perkembangan di provinsi dan daerah lain di luar Kalbar, namun Kita patut bersyukur bahwa secara kelembagaan 14 kabupaten kota di wilayah Kalimantan Barat sudah terbentuk pimpinan daerah dan berbagai cabang dengan segala aktifitas yang terus-menerus berupaya untuk menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh warga masyarakat Kalimantan Barat. Selamat milad ke-113 semoga Muhammadiyah tetap Istiqomah dalam berkhidmat mencerahkan dan mensejahterakan umat dan bangsa. (Penulis adalah Wakil Ketua PWM Kalbar)