Berita

Forum Grup Ngopi, Berbuah Kekayaan Informasi

Forum Grup Ngopi, Berbuah Kekayaan Informasi

Oleh: Mia Islamidewi

Panas terik Kota Khatulistiwa tidak berarti minuman dingin yang paling laku disini. Derajat suhu yang meninggi turut mengiring asap rokok batangan atau rokok elektrik mengebul di ruangan dengan meja-meja yang dipenuhi pelanggan. Riuh rusuh mengadu tawa dan raut tegang sedang mendengarkan. Tidak lupa, kakak pelayan mondar-mandir dengan menenteng cangkir kosong atau terisi. Penuh, tampak beberapa orang berdiri menjelajah pandangan mencari bangku kosong, beberapa kali, sampai orang-orang itu berganti.

Seragam kantor yang ditutupi jaket, almamater kampus yang dilepas dan meninggalkan kemeja putih di badan, si pemakai kaos oblong dengan kaki yang diangkat, atau mereka yang sibuk dengan gawai yang masing-masing diputar 90°. Sebagian besar menghadap kopi, sebagian lagi membagi atau kebagian mendengar yang dibagi.

Menjelang usia yang 248 usia kota ini, Pontianak punya kedai kopi di hampir setiap sisi. Istilah warung kopi atau warkop lebih familiar ketimbang kedai kopi atau coffee shop. Aming, Winny, Asiang atau Suka Hati, empat nama yang jika ditanya ke masyarakat sekitar akan langsung mengangguk atau setidaknya tahu akan kopi dan kadang pisang gorengnya. Kopi, minuman yang telah hadir dengan olahan yang beragam telah menjadi pemersatu segala persepsi.