Di sisi lain, dalam atmosfir yang tidak bisa dihindari itu, tumbuh kesadaran atau semacam panggilan di kalangan generasi mudanya untuk mempertanyakan narasi sejarah Aceh yang selama ini dianggap dihilangkan, dikesampingkan atau ditutupi.
Dengan cara pandang yang tidak tunggal, generasi muda yang kaya bacaan dan lahir dalam tradisi keislaman dan sebagian terlatih dengan nilai-nilai Barat ini, serta terhubung otomatis dengan dunia luar, juga sejarah keluarga masing-masing, terus mencoba mengembalikan harga diri keacehan dan di sisi lain mencoba mendamaikannya dengan nilai-nilai inti keindonesian.
(Foto: Di depan pintu masuk museum perdamaian di Banda Aceh, Agustus 2015, sejumlah murid SMA mengamati benda-benda seperti senjata api dan granat milik eks tentara GAM yang dipamerkan. Ribuan senjata ini diserahkan oleh GAM kepada tim pemantau internasional sebagai bagian dari proses perdamaian pada 2005).
Selengkapnya ikuti liputannya: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39442220
