Posisi ini berturut-turut diikuti: Maroko (359), Kosovo (353), Republik Dominikan (343) dan Pilipina (340). Negara-negara ASEAN yang berada di atas Indonesia berturut-turut: Thailand (ke-56, skor 391), Brunei (ke-50, skor 408), Malaysia (ke-36, skor 491), dan Singapura ( ke-2, skor 549). Posisi sepuluh teratas berturut-turut ditempati: RRT (555), Singapura (549), Macao (525), Hongkong (534), Estonia (523), Kanada (520), Finlandia (520), Irlandia (518), Korea Selatan (514) dan Polandia (512).
Ada tiga elemen membaca yang diperhatikan, yaitu: format teks, proses membaca, dan konteks atau situasi yang disajikan. Elemen format teks terdiri dua macam, yaitu kontinyu dan terputus-putus. Format yang kontinyu berupa bacaan yang disajikan dalam bentuk kalimat berserta paragraf-paragrafnya baik secara deskripsif, naratif maupun argumentatif. Format yang terputus-putus berupa sajian berbentuk: daftar, peta, grafik, serta diagram.
Elemen teks yang kedua berkaitan dengan proses membaca. Siswa diharapkan mampu menunjukkan kemampuan yang memadai dalam: (a) ‘menemukan informasi’, (b) menginterpretasi teks dan menyusun pemahaman umum isi teks, serta (c) merenungkan dan menilai: isi, bentuk, ‘fitur’-nya.
Elemen ketiga menyangkut konteks atau situasi dari bacaan. Ada empat situasi yang disajikan dalam teks, yaitu: peruntukan pribadi, peruntukan umum (publik), peruntukan okupasional dan peruntukan pendidikan. Novel, surat wasiat, nasehat untuk seseorang termasuk peruntukan pribadi. Dokumen kantor dan himbauan untuk umum termasuk peruntukan publik. Buku manual dan laporan termasuk peruntukan okupasional. Sedangkan buku teks dan lembar kerja kasuk konteks peruntukan pendidikan.
Setiap pertanyaan mencakup ketiga elemen teks tersebut sekaligus. Misalnya, ada pertanyaan yang meminta agar siswa melakukan interpretasi suatu teks, dalam bacaan yang kontinyu dan pada situasi publik, dsb.
