Opini

Danau di Pinggir Kota

Danau di Pinggir Kota


Oleh: Yusriadi

Hari itu, orang rumah mengajak pergi ke danau. Katanya di sana anak-anak bisa berkano dan berenang.

Tentu saja saya antusias. Saya menikmati dua aktivitas itu. Selain untuk merenggangkan otot, sungai dan perahu membangkitkan nostalgia masa kecil saat bermain bersama teman.

Anak saya juga antuias. Mereka suka berenang dan bersampan. Kalau dibawa ke kolam renang mereka tahan berjam-jam di dalam air. Begitu juga ketika dibawa ke pulau Lemukutan beberapa waktu lalu. Ombak dan air asin bisa dengan cepat dilupakan kala sudah memegang dayung. Justru, saya yang khawatir melihat kenekatan mereka menyambut ombak yang memukul kano.

Sudah sering kali mereka meminta diajak ke pulau untuk menikmati keseruan itu. Namun, apa daya, Lemukutan cukup jauh untuk dijangkau.

Pagi sekali kami sudah pergi ke danau. “Makin awal makin bagus,” kata orang rumah.
Bagus, karena tidak terpanggang panas, dan bagus juga karena belum ramai orang. Minggu sebelumnya, temannya ke danau tidak cukup puas karena pengunjung ramai gantian kano.

Makanya, pukul 5 pagi anak-anak sudah mulai mempersiapkan diri. Harap-harap pukul 6 kami sudah berangkat ke lokasi.