Peninggalan Sultan Hamid II Alkadrie adalah sangat nyata atau signifikan bagi bangsa dan negara yang sangat dicintainya juga oleh kita semua. Menurut hemat pikir saya, Beliau ini jauh dari layak untuk kita tempatkan sebagai Pahlawan Nasional…..jika tidak ditetapkan oleh Presiden RI entah presiden Joko Widodo atau setelahnya dan setelahnya, cukuplah nama Beliau dikenang di setiap hati WNI yang bisa berkata jujur dan adil sesuai nilai-nilai Pancasila. Salah satu di antaranya adalah kita pandai berterimakasih kepada orang yang telah berjasa besar dengan karya-karyanya, menghargai hasil karya negarawan yang menyumbangkan pikiran dan tenaga, bahkan dananya untuk negara. Kita juga adalah bangsa pemaaf di mana bangsa lain yang pernah menjajah sekalipun kita sekarang saling bekerjasama, baik Belanda maupun Jepang, bahkan negara komunis sekalipun! Kenapa kepada anak bangsa sendiri yang berjasa besar mewariskan “Garuda di Dadaku” kita ogah saling menghargai dan memaafkan?………
Di mana letak kesalahan kita semuanya untuk mencapai keberkahan berbangsa dan bernegara serta berkehidupan Pancasila??….Saya sebagai jurnalis menggunakan hak untuk bertanya. Mungkin ada narasumber FB’ers yang bisa menjawabnya, saya haturkan ribuan terimakasih. Semoga Tuhan YMK memberkati. *
